Pilih Bahasa:

SEDIKIT WAKTU LAGI!

maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman YAHWEH semesta alam.

Kepunyaan-Kulah perak

dan kepunyaan-Kulah EMAS,

demikianlah firman YAHWEH semesta alam.

(Hagai 2:6-8)

Gold Price:

Surat dari Seorang Teman Soal Kontroversi Kata ALLAH & YAHWEH - 1.

YHWH

Tgl. 31 Mei 2011, saya menerima sebuah e-mail dari seorang sahabat baru, yg berisi tanggapannya terhadap tulisan2 saya yg berhubungan dgn kontroversi kata “ALLAH” & “YAHWEH” yg sedang berkembang di kalangan org2 Kristen belakangan ini.

Berikut ini adalah isi e-mail tsb.:

Kepada Yth.

Saudara yang kekasih di dalam Tuhan Yesus Krsitus.

Shalom,

Saya sangat bersyukur kepada ALLAH, BAPA kita di Surga atas penjelasan Saudara tentang kata YAHWE dan ALLAH, tetapi saya tidak setuju kata ALLAH diganti dengan kata lain yang tidak ada di dalam bahasa Indonesia. Berikut ini penjelasan saya tentang hal tersebut.

Sebagaimana tidak ada kata ALLAH di dalam bahasa Ibrani, begitu pula tidak ada kata YAHWE dalam bahasa Indonesia. Kata ALLAH di hati orang Indonesia yang percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS adalah sama arti dan maksudnya dengan kata YAHWE di hati orang Ibrani.

Sebagai orang Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita tidak perlu menghilangkan kata ALLAH karena ALLAH sendiri tidak pernah menyuruh orang Indonesia untuk merubah kata ALLAH dengan kata YAHWE. Dia memang sadari kita bukan orang Ibrani dan sebagai ALLAH BAPA oleh TUHAN YESUS KRISTUS, DIA sudah berabad-abad dipermuliakan di Indonesia.

Saya yakin ALLAH tidak pernah menyuruh orang Indonesia untuk berhenti pakai kata ALLAH dan menggantikan dengan kata YAHWE. Yang ALLAH kehendaki ialah orang2 Indonesia mengenal DIA sebagai ALLAH dan terus memuliakan DIA sebagai ALLAH serta mengucap syukur kepadaNYA.

Pada akhir zaman ini ada orang-orang  di Indonesia yang mengenal ALLAH, tetapi tidak memuliakan DIA sebagai ALLAH dan tidak mengucap syukur kepadaNYA karena pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat sehingga dengan hikmat manusia, mereka berusaha meyakinkan orang2 Kristen di Indonesia untuk menggantikan kata ALLAH, yang sudah berabad2 dimuliakan di Indonesia dengan kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Memang apa yang mereka katakan tentang YAHWE dalam bahasa Ibrani adalah benar tetapi mereka tidak menyadari bahwa kata ALLAH dalam bahasa Indonesia juga telah dikuduskan ALLAH dalam kebenaran untuk digunakan oleh orang-orang Indonesia yang menyembah ALLAH di dalam ROH dan kebenaran.

Selanjutnya di antara mereka, ada yang tampil sebagai pengejek-pengejek. Mereka mengejek orang2 Indonesia yang masih memuliakan ALLAH sebagai ALLAH karena tidak mau mengganti kata ALLAH dengan kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Yang penting kita harus bertanya kepada ROH KUDUS, apakah ALLAH menghendaki orang-orang Indonesia menggantikan kata ALLAH dengan kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia? Mereka tidak bertanya kepada ROH KUDUS, tapi mereka nekat mengganti kata ALLAH dan memotivasi orang2 Indonesia untuk melakukan hal yang sama dengan pengajaran yang diajarkan manusia, bukan oleh pengurapan ROH KUDUS.

ROH KUDUS telah menuntun banyak orang di Indonesia kepada kebenaran, tidak pernah menyuruh orang Indonesia menggantikan kata ALLAH dengan kata yang tidak ada di dalam bahasa Indonesia, sehingga masih banyak orang Indonesia memuliakan ALLAH sebagai ALLAH dan mengucap syukur kepadaNYA karena pikiran mereka tidak menjadi sia-sia dan hati mereka tidak menjadi bodoh, tidak menjadi gelap.Mereka tidak merasa seolah-olah penuh hikmat sehingga ALLAH menyingkapkan kepada mereka apa yang DIA sembunyikan kepada orang bijak dan pandai, sehingga mereka tidak terpengaruh untuk menggantikan kata ALLAH, dengan kata yang tidak ada di dalam bahasa Indonesia.

Hanya Firman ALLAH yang tersingkap saja, yang bisa memberi terang dan pengertian kepada kita, sehingga kita tidak merasa perlu atau tidak lancang serta gegabah menggantikan nama besar ALLAH yang sudah berabad2 dimuliakan orang-orang Indonesia, dengan kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Firman ALLAH telah keluar dari mulut ALLAH untuk melaksanakan kehendak ALLAH di Indonesia, yaitu: Orang-orang Indonesia memuliakan ALLAH sebagaI ALLAH dan mengucap syukur kepadaNYA.

Hai semua orang di Indonesia, mari kita memuliakan ALLAH sebagai ALLAH dan mengucap syukur kepadaNYA di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS. Haleluyah.

Kasih karunia dari ALLAH BAPA, damai sejahtera TUHAN YESUS KRISTUS dan pengurapan ROH KUDUS menyertai orang2 Indonesia sampai selama-lamanya. AMIN!

Salam dan doa,

………………….. (saya tidak tuliskan nama Beliau)

Dan berikut ini adalah isi e-mail yg saya kirimkan kpd Beliau sbg balasannya:

Syalom Pak,

Terima kasih banyak utk e-mail dari Anda, maafkan krn kesibukan, saya baru sempat membalasnya. Saya dpt memahami penjelasan Anda & saya juga sangat menghormati pilihan Anda.

Saya hanya berusaha memberitahukan FAKTA bhw  di dlm Alkitab dlm bahasa aslinya, bhs Ibrani, tdk digunakan kata “ALLAH”, baik itu utk menyebut NAMA maupun “kata ganti” bagi TUHAN di kitab Perjanjian Lama, melainkan Tetragramaton “YHWH”. Dan FAKTA lain yg menyatakan bhw kata “ALLAH” digunakan oleh umat agama lain sbg NAMA Tuhan yg mrk sembah.

Semua itu adalah FAKTA nyata, bukan REKAYASA.

Tetapi semua kembali kpd keputusan masing2 org, apakah tetap mau menggunakan kata “ALLAH” tsb, atau mengembalikan pd kata yg semula / aslinya, yg adalah: “YHWH”.

Dgn ini, saya ingin menjelaskan bhw: saya tidak termasuk di antara org2 yg “memaksakan pemakaian kata YAHWEH” atau yg suka “mengejek” org lain yg tdk menggunakannya. Prinsip saya: itu adalah pilihan setiap org, krn TUHAN melihat hati … mrk yg tetap menggunakan kata “ALLAH”, tetapi di dlm hatinya mrk berdoa kpd “Elohim Bapa” atau Tuhan Yesus, itu sdh CUKUP.

ALLAH

Tetapi begitu pula di dlm hati saya & dlm lubuk hati banyak org2 Kristen belakangan ini, yg sdh memahami hal ini …. kata “ALLAH” bukan lagi menunjuk kpd “Elohim BAPA”, melainkan kpd NAMA Tuhannya agama lain.

Justru krn TUHAN melihat hati … maka kami tdk bisa lagi TETAP menggunakan kata “ALLAH”. Semoga Anda dpt mengerti kesulitan kami.

Spt saya tdk boleh memaksa Anda utk menggantikan kata tsb, krn Tuhan melihat di hati Anda, krn bagi Anda ALLAH = YAHWEH. (Anda katakan: “Kata ALLAH di hati org Indonesia yg percaya kpd TUHAN YESUS KRISTUS adalah sama arti & maksudnya dgn kata YAHWE di hati orang Ibrani.”)

Oleh krn itu, maka saya harap Anda juga dpt memahami bhw Anda pun tdk boleh memaksa kami utk TETAP menggunakan kata “ALLAH” utk menyembah kpd “Elohim Bapa”, krn jika Tuhan melihat kami (ngomong2 … kami juga adalah org2 Indonesia yg percaya kpd Yesus Kristus lho!), tetapi bagi kami ALLAH ≠ YAHWEH.

Memang benar bhw ada org2 tertentu yg memaksakan / mengejek, tapi saya sangat TIDAK SETUJU, bahkan saya MENENTANG sikap yg tdk sportif spt itu.

Sampai saat ini, saya sendiri masih berjemaat & beribadah dgn keluarga di Gereja Bethel Indonesia, kadang2 di Gereja Bethany Indonesia, yg adalah gereja2 yg TETAP menggunakan kata “ALLAH” dan saya bersahabat baik dgn semua org yg masih menggunakan kata tsb. Saya tdk alergi terhadap org2 yg tetap menggunakan kata “ALLAH” sama sekali.

Baiklah, saya akan menanggapi pernyataan Anda tsb. sbb:

1. Anda menulis: “Saya tidak setuju kata ALLAH diganti dgn kata lain yg tidak ada di dlm bahasa Indonesia.”

Tanggapan saya:

Bahasa Indonesia adalah bahasa yg sangat dinamis & progressif, tdk menentang masuknya kosa kata baru yg sebenarnya memang tdk ada dlm bahasa ini, sehingga ada begitu banyak kosa kata yg berasal dari bahasa lain spt: “dinamis”, “progressif”, “komputer”, “laptop”, “e-mail”, “facebook”, “website”, “radio”, “tsunami”, “nuklir”, “rudal”, “bakso”, “siomay”, “sushi”, “sashimi”, dll.

Jadi sebenarnya, TIDAK SALAH jika kita menggunakan sebuah kata yg memang tdk ada kosa katanya (spt kata “YAHWEH”) di dlm bahasa Indonesia. Kami “terpaksa” hanya menggunakan saja kata tsb. sebagaimana adanya, kami tidak berusaha utk menterjemahkan / membuatnya menjadi bahasa Indonesia.

Namun kami bukan hendak “MENGGANTIKAN” apa yg sdh ada (ALLAH) di Indonesia dgn yg sesuatu belum ada (YAHWEH), melainkan hanya “MENGEMBALIKAN” saja apa yg sesungguhnya sdh ada dari sononya, seperti yg TERTULIS di dlm bhs aslinya, yg adalah kata “YHWH”.

2. Anda menulis: ”Pada akhir zaman ini ada org2  di Indonesia yg mengenal ALLAH, tetapi tdk memuliakan DIA sbg ALLAH & tdk mengucap syukur kepadaNYA krn pikiran mrk menjadi sia2 & hati mrk yg bodoh menjadi gelap. Mrk berbuat seolah-olah mrk penuh hikmat sehingga dgn hikmat manusia, mrk berusaha meyakinkan org2 Kristen di Indonesia utk menggantikan kata ALLAH, yg sudah berabad2 dimuliakan di Indonesia dgn kata yg tdk ada dlm bahasa Indonesia.”

Tanggapan saya:

Tolong dipahami dahulu, bhw meyakini & melakukan sesuatu yg SALAH utk jangka wkt yg sangat lama, bahkan sampai berabad-abad sekalipun, TIDAK AKAN DAPAT membuat keyakinan itu menjadi sebuah KEBENARAN, atau menjadikan kelakuan tsb sebagai suatu PATOKAN yg harus dituruti oleh semua org.

Contohnya: Org India di zaman dulu, sampai berabad-abad menyakini bhw “Bumi ini ditopang oleh 4 ekor gajah, jika gajahnya goyang, maka terjadilah gempa bumi.” Alkitab juga mencatat bhw org Efesus, sebelum kedatangan Paulus memberitakan Injil kebenaran, telah lama sekali menyembah & membuat patung2 Dewi Artemis.

Dulu saya tidak percaya ketika diberitahu org bhw warna pelangi ada 7, sbb sejak dari kecil saya tahunya warna pelangi itu hanya ada 3 saja, sbb selalu menyanyikan lagu: “Pelangi pelangi, alangkah indahmu … merah, kuning, hijau … di langit yg biru.”

Sebenarnya saya masih bisa menyebutkan lebih banyak lagi contoh keyakinan & kelakuan yg dipercaya & dilakukan oleh banyak org yg dianggap sbg KEBENARAN, padahal sebenarnya bukanlah kebenaran yg sejati, tapi saya rasa Anda sudah dapat mengerti maksud saya.

KEBENARAN yg saya maksudkan di sini, fakta2 nyata yg telah saya paparkan di atas, yaitu bhw sesungguhnya  ALLAH ≠ YAHWEH. Biar bagaimanapun kita meyakini & selama apapun kita mempercayai bhw ALLAH sama saja dgn YAHWEH, hal itu tetap tak pernah akan bisa menjadikan ALLAH = YAHWEH.

Sbb “ALLAH” menurut FAKTA sejarah adalah suatu PRIBADI yg sama sekali BERBEDA dgn “YAHWEH” yg ada di dlm Kitab Perjanjian Lama.

“ALLAH” bukanlah NAMA TUHAN yg disembah org Isreal, spt yg tertulis dlm Alkitab.

Spt sudah saya jelaskan lagi di atas, saya adalah org Indonesia yg selalu mengucap syukur & memuliakan Bapa YAHWEH Elohim yg di surga di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Jika gaya hidup spt itu ingin disebut sbg: “pikiran yg sia2 & hati yg bodoh dan gelap” … saya tdk bisa berbuat apa2, krn setiap org berhak membuat penilaiannya sendiri2 …

Saya hanya ingin memberitahukan bhw: “Jika kita membuat penilaian atas sebuah buku, hanya dgn melihat sampulnya saja …. maka penilaian kita mungkin bisa saja salah.”

Firman Tuhan katakan: “… kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:31-32)

Biarlah KEBENARAN sendiri yg akan membuktikan, sebenarnya pemikiran manakah yg sia2 & hati siapa yg bodoh & gelap. Dan semoga mereka itu dapat segera mengetahui KEBENARAN itu, sehingga dapat turut DIMERDEKAKAN.

3. Anda menulis: ”Yg penting kita hrs bertanya kpd ROH KUDUS, apakah ALLAH menghendaki org2 Indonesia menggantikan kata ALLAH dgn kata yg tidak ada dlm bahasa Indonesia? Mrk tdk bertanya kpd ROH KUDUS, tapi mrk nekat mengganti kata ALLAH & memotivasi org2 Indonesia utk melakukan hal yg sama dgn pengajaran yg diajarkan manusia, bukan oleh pengurapan ROH KUDUS.”

Tanggapan saya:

Anda benar … yg terpenting adalah Pimpinan Roh Kudus! Namun sudahkah Anda sendiri dgn sungguh2 bertanya kpd Roh Kudus akan hal ini?

Saya sudah!

Sebenarnya sudah bertahun2 lamanya saya ‘memandang rendah’ terhadap org2 yg menolak kata “ALLAH” & menggantikannya dgn kata “Elohim” dan mengembalikan kata “TUHAN” menjadi “YAHWEH”. Saya berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi & data2, menulis banyak artikel yg menentang keberadaan mrk. Terus terang, saya sungguh ‘sebal’ bahkan ‘membenci’ mrk. Tp belakangan, adik kandung saya sendiri meninggalkan  kata “ALLAH” & mulai menggunakan kata itu.

Sampai suatu hari saya benar2 depresi, baru mulai sungguh2 berdoa: “Tuhan Yesus, nyatakanlah KEBENARAN-Mu kpdku … “

Sejak saat itu saya mulai membuka pikiran saya terhadap KEBENARAN yg sejati, bukan dgn “nekat” spt yg Anda katakan … benar2 logika saya yg jalan, bukan hanya sekedar mengandalkan fanatisme saya kpd sebuah kata yg sdh begitu lama saya gunakan. Saya mencoba mulai memahami apa latar belakang & fakta sejarah spt yg dikemukakan oleh org2 yg meninggalkan kata “ALLAH”.

Belakangan saya baru dengar dari kesaksian teman2 saya yg lain, bhw mrk juga mengalami “pengalaman rohani” yg serupa, setelah mrk sungguh2 berdoa, memohon pimpinan Roh Kudus.

Salah seorang tetangga saya berkata bhw dirinya sdh lama juga mengalami dilema, di dlm hati ia selalu bertanya-tanya: “Manakah yg benar? ALLAH atau Elohim?” Sampai suatu hari ia berdoa, “Tuhan Yesus, tolong ajarkanlah kebenaran-Mu bagiku.”

Tiga hari kemudian, seorang Hamba Tuhan yg juga saya kenal, kebetulan diundang oleh tetangganya yg lain, utk melayani konseling & pelepasan, mampir ke rumahnya dan memberikan sebuah traktat yg menjelaskan ttg NAMA YAHWEH.

Apakah kejadian ini hanya sebuah kebetulan saja? Menurut saya, bagi org percaya, tidak ada yg namanya “kebetulan”. Krn Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu utk mendatangkan kebaikan bagi mereka yg percaya kpd-Nya.

Justru menjelang akhir zaman ini, Tuhan hendak segera memurnikan gereja-Nya, sampai cemerlang spt emas murni. Di 1 Petrus 4:17 dikatakan bhw penghakiman (pemurnian) itu akan dimulai dari rumah Tuhan.

Sekarang saya ingin sekali bertanya, “Apakah Anda sendiri sudah sungguh2 berdoa & bertanya kpd Roh Kudus, apakah sebenarnya yg DIA inginkan bagi umat-Nya di Indonesia, khususnya utk diri Anda sendiri … apakah harus tetap menyembah DIA dgn menggunakan NAMA “ALLAH” atau tidak?”

4. Anda juga menulis: “Memang apa yg mereka katakan ttg YAHWE dalam bahasa Ibrani adalah benar tetapi mereka tidak menyadari bhw kata ALLAH dlm bahasa Indonesia juga telah dikuduskan ALLAH dlm kebenaran utk digunakan oleh org2 Indonesia yg menyembah ALLAH di dlm ROH & kebenaran.”

Tanggapan saya:

Berarti Anda sendiri juga mengakui bhw kami memang BERKATA BENAR ttg kata “YAHWEH” di dalam Bahasa Ibrani.

Namun terus terang … seperti yg Anda katakan, saya sendiri juga tidak menyadari bhw kata / NAMA “ALLAH” dlm Bahasa Indonesia telah DIKUDUSKAN dlm KEBENARAN utk digunakan oleh Orang Indonesia, bahkan saya baru pertama kalinya mendengar akan adanya “kebenaran” yg seperti itu, dari Anda.

Setahu saya, di dalam Firman-Nya, TUHAN YaHWeH memerintahkan kita utk menguduskan NAMA-Nya, dan tidak pernah mengizinkan adanya NAMA Elohim / Tuhan yg lain DIGUNAKAN (apalagi DIKUDUSKAN), selain dari pada NAMA-Nya.

“Dalam segala hal yg Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.” (Keluaran 23:13)

Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih buat e-mail dari Anda. Senang sekali dpt mengenal & bersahabat dgn Anda, kiranya Tuhan Yesus memberkati Anda dgn urapan2 yg visi & misi yg BARU, & hikmat serta pewahyuan yg penuh kuasa utk memperlengkapi pelayanan Anda, bagi kemuliaan NAMA-Nya.

Salam hormat,

Budiman Lee.

—— —— ——

Saya sengaja menerbitkan komunikasi e-mail ini, semoga bisa bermanfaat bagi Anda semua yg membacanya, terutama bagi mereka yg juga mempunyai pemikiran yg sama dgn sahabat saya tsb di atas.

Tuhan Yesus memberkati.

By: Budiman Lee.

www.kristenemasmurni.com

Bersambung ke:  “Surat dari Seorang Teman Soal Kontroversi Kata “ALLAH” & “YAHWEH” – 2.

Bagikan artikel ini kpd sahabat2 Anda:

Bookmark and Share

BARANGSIAPA MENANG,

ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Elohim-Ku,

dan ia tidak akan keluar lagi dari situ;

dan padanya akan Kutuliskan NAMA Elohim-Ku,

NAMA kota Elohim-Ku,

yaitu YERUSALEM BARU,

yang turun dari sorga dari Elohim-Ku,

dan NAMA-Ku yang baru.

(Wahyu 3:12)

Temukan juga jawaban utk pertanyaan2 ini:

Mengapa ada bgt banyak kontradiksi di dlm ayat2 Alkitab?

Bagaimana pandangan Kekristenan thd Hukum Karma?

Apakah sebenarnya yg dimaksud dgn "DOSA ASAL" itu?

Mengapa "org Kristen yg BENAR" tdk dpt disantet / diguna-guna?

Ada yg mengatakan bhw anak Abraham yg diperintahkan Tuhan utk dipersembahkan adalah Ismail, tp menurut Alkitab: Ishak. Temukan 7 alasan mengapa Alkitab justru lbh relevan.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit hati?

Apakah ada ayat Alkitab yg mendukung baptisan anak bayi?

Mengapa makanan yg diharamkan di Perjanjian Lama, sekarang dimakan oleh bnyk org Kristen?

Bagaimanakah cara utk berkomunikasi dgn Roh Kudus?

Apakah benar bhw semua agama itu sama & mengajarkan kebaikan?

Bagaimana mematahkan kuasa kutukan?

Bagaimana cara org Kristen mengusir setan?

Iman Kristen menyatakan bhw Yesus 100% Tuhan, sekaligus 100% manusia. Sungguh tdk msk akal, bagaimana menjelaskannya?

Apa saja yg dikatakan oleh Al-Qur'an ttg Yesus Kristus (Isa Al-Masih), namun tidak diketahui oleh kebanyakan org Muslim?

Semua agama meng-klaim ajarannya sbg kebenaran, apakah pernyataan tsb msk akal & bisa dibuktikan?

Semua jwbn ada di dalam E-Book Kristen Emas Murni. Utk mendapatkan, silahkah klik di sini.

Goldtrade News: