Mengapa Emas Murni?

Tahukah Anda, bahwa kata “EMAS” muncul sebanyak 490 kali di dalam 420 ayat Alkitab? Apakah ini terjadi secara kebetulan saja?

Mengapa emas murni menjadi logam terpenting dalam pembangunan tabernakel Musa?

Mengapa seluruh kota Yerusalem Baru dan jalan-jalan di sorga terbuat dari emas murni?

Mengapa Tuhan memberikan perhatian yang sangat khusus terhadap logam yang satu ini?

Mengapa emas murni kadarnya 99,99%, tidak ada yang 100%?

Apakah hubungan antara logam emas dengan iman Kekristenan?

Dapatkan Jawabannya dalam E-Book Kristen Emas Murni

Sebuah autobiografi yang dikemas dengan kesaksian nyata dan diperkaya dengan berbagai perenungan terhadap iman Kekristenan. Dengan perpaduan gaya bahasa yang ringan dan enak dibaca, buku ini akan mengulas lebih dalam dan terperinci berbagai pengetahuan rohani yang essensial dan berharga bagi setiap orang yang mengaku: "Kristen".

Untuk mendapatkan E-book "Kristen Emas Murni. PDF,"silahkah klik di sini.

Lihat juga:

* Apa Kata Orang Tentang Buku Ini

* Diberkati Untuk Memberkati

* Artikel Apologetika (Pembelaan Iman Kristen)

* Artikel Kristen lainnya

* Blog Berlian Surgawi Ministry

Rekor Harga Emas Hanya Bubble?

Senin, 07 Desember 2009 pukul 14:58:00 oleh: Rahmad Budi Harto (Wartawan Republika)

1256989515p

Foto milik Kontan - Cheppy Muchlis

Tiap akhir tahun harga emas dunia biasanya mengalami tren naik. Perayaan festival dan musim kawin di India membutuhkan banyak emas sebagai perhiasan pengantin sekaligus mas kawin. Pada waktu-waktu ini, India menjadi pengimpor emas nomor satu dunia.

Namun akhir 2009, calon pengantin dan juga ibu-ibu di India harus menahan diri dalam membeli perhiasan emas. Langkah bank Sentral India dan Rusia memborong emas telah membuat harga logam mulia menanjak drastis.

Pada 4 November 2009, Reserve Bank of India mengumumkan telah membeli 200 metrik ton emas dari Dana Moneter Internasional (IMF). Sebelumnya India mempunyai 357,7 ton cadangan emas yang merupakan 4 persen dari total cadangan devisanya. Pembelian dari IMF menaikkan cadangan emasnya 56 persen menjadi 557,7 ton dan membuat India pertama kalinya masuk dalam 10 besar negara penimbun emas.

Pada 23 November, giliran bank sentral Rusia mengumumkan telah membeli 15,6 metrik ton emas pada bulan Oktober. Namun berbeda dengan India yang mengimpornya, Rusia membeli emas yang diproduksi dari tambang dalam negeri. Pembelian itu hanya menambah 2,7 persen cadangan emasnya yang mencapai 568,4 ton atau 4,3 persen dari total cadangan devisa.

Sejak November, harga emas memang merangkak naik tajam. Dalam satu bulan harga emas naik 12,8 persen ke level 1.178 dolar AS per troy ounce di hari pertama Desember 2009. Dihitung dari awal tahun, harga emas dunia sudah naik hampir 36 persen dan terus mencetak rekor harga baru. Rabu (2/12) lalu harganya menembus rekor baru 1.216,75 dolar AS per ounce di pasar Eropa.

Harga emas yang terus naik dalam satu bulan ini membuat bank sentral Cina menyatakan kekhawatirannya akan terjadi gelembung harga emas. Deputi Gubernur People’s Bank of China, Hu Xiaolan, mengatakan, harga emas saat ini sudah tinggi sehingga pelaku pasar harus berhati-hati.

”Kita harus ingat dampak jangka panjang ketika kita memutuskan apa yang akan kita gunakan sebagai cadangan devisa,” kata Hu ketika ditanya wartawan apakah ada rencana Cina membeli emas untuk menambah cadangan devisa. ”Kita harus waspada jika gelembung pada beberapa kelas aset sudah terbentuk,’‘ tambahnya.

Pendapat Hu diamini oleh Roman Scott, analis dari Calamander Capital sekaligus juru bicara Kamar Dagang dan Industri Inggris. Nilai tukar dolar AS terus turun terhadap euro dan juga minyak, sementara harga emas terus didorong oleh spekulasi.

”Kondisi harga emas ke depan tak begitu cerah,” kata Scott mengingatkan bahwa saat ini harga emas sudah masuk kategori bubble dan tinggal menunggu waktu untuk meletus. Scott menyebutnya mini bull market di pasar emas. ”Harganya sudah sedikit menggelembung,” kata Scott sambil menjelaskan kelebihan harga dalam kisaran 300 dolar AS.

Cadangan devisa Cina saat ini mendekati 2,3 triliun dolar AS, dan sebagian besar sekitar 1,6 triliun dolar AS berbentuk dolar AS (mata uang dan obligasi pemerintah AS). Cadangan emas Cina saat ini baru 1,9 persen dari total cadangan devisanya.

Hu pantas khawatir dengan penguatan emas yang selalu berbanding terbalik dengan dolar AS. Ini berarti 70 persen cadangan devisanya akan melemah nilainya. Namun Cina sebenarnya jauh mendahului India dalam menumpuk emas, secara tidak menyolok. Sejak tahun 2003 secara diam-diam Cina telah memborong 454 ton emas untuk ditumpuk bersama 600 ton yang sudah ada di brankas mereka.

Saat ini Cina termasuk produsen emas terbesar dunia dengan kapasitas 270 ton per tahun. Maka, setidaknya bank sentral Cina membeli emas 90 ton per tahun atau dua ton per minggu, setara dengan kapasitas produksi satu tahun tambang emas Pongkor, Bogor, milik BUMN PT Aneka Tambang Tbk.

CPM Grup, konsultan manajemen aset dan komoditas, menyatakan, pembelian emas oleh Cina menunjukkan bahwa emas telah diterima kembali sebagai instrumen finansial dunia, mengindikasikan sejauh mana emas akan direhabilitasi perannya sebagai cadangan aset moneter. Tak hanya oleh Cina, namun juga bank sentral seluruh dunia. Pengalihan devisa dari uang kertas ke aset solid seperti emas semata berangkat dari kekhawatiran bahwa nilai dolar AS sebagai mata uang dunia akan merosot.

Leo Larkin, analis logam di Standard & Poors’s, mengatakan, tidak mengagetkan bila lebih banyak bank sentral mulai menimbun emas. Pada pertengahan 2009 ini, sebuah sumber di Bundesbank, menyatakan niat bank sentral Jerman itu menambah pundi-pundi emasnya.

Bank of Korea yang sudah selama 11 tahun puasa membeli emas, akhirnya tergoda mengikuti langkah Cina. Korea merupakan negara dengan cadangan devisa nomor enam dunia dengan 270 miliar dolar AS, namun cadangan emasnya ranking 56. Jumlahnya hanya 14,3 ton, kalah jauh dari Bank Indonesia yang menyimpan 73 ton emas.

Obral emas IMF tak mempan

Sumber utama emas untuk saat ini tentu IMF. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan 6 miliar dolar AS bagi negara-negara miskin, IMF berniat menjual seperdelapan cadangan emasnya atau sebanyak 404 ton senilai 13 miliar dolar AS. Setengahnya sudah dibeli India dan kini masih tersisa 203,3 ton emas menunggu dilepas.

Program penjualan emas IMF yang sudah dilontarkan dalam pertemuan negara-negara G20 awal April lalu. Ketika pengumuman itu keluar, harga emas tertekan tiga persen ke 903 dolar AS per ounce. Pasar memprediksi harga emas akan makin tertekan bila emas IMF sudah dilepas. Ternyata itu tak terjadi. Emas tertekan sedikit di bawah 900 dolar AS per ounce tak sampai sebulan untuk kemudian menguat lagi. Ketika kemudian diketahui bahwa bank sentral India memborong setengah emas IMF yang akan dilepas, harga emas justru semakin menggila.

Maka sisa emas IMF yang akan dilepas, pengaruhnya ke pasar emas akan diragukan karena bank sentral Rusia dan Cina tampaknya segera menjadi pemborong berikutnya. Artinya, emas IMF tak akan masuk ke pasar.

Maka, pernyataan Hu bisa juga diartikan berbeda. Bisa jadi Cina ingin agar emas spekulasi emas diakhiri sehingga harganya tak terlalu mahal. Dengan demikian, mereka bisa tetap menambah cadangannya dengan harga wajar.

”Cina mungkin akan mengerem membeli emas untuk menambah cadangannya setelah harga emas naik di atas 1.000 dolar AS per ounce,” kata Zhang Yuyan, ekonom di Chinese Academy of Social Sciences. Menurutnya, total nilai emas dunia saat ini mencapai 1 triliun dolar AS sehingga likuiditasnya tak begitu baik.

Sementara peluang terjadinya bubble emas, masih bisa diperdebatkan. Emas pernah mengalami gelembung harga pada Januari 1980 yang menembus 850 dolar AS per ounce, naik drastis dari posisi tahun 1978 yang masih di bawah 200 dolar AS. Namun dalam waktu singkat harga emas terbanting setengahnya. Kenaikan drastis harga emas terjadi setelah Amerika Serikat mengalami dekade resesi dengan inflasi tinggi.

Setelah gelembung emas 1980, selama seperempat abad harga emas hanya berkutat di level 200-400 dolar AS per troy ounce. Dalam lima tahun terakhir, tercatat setidaknya tiga kali terjadi lonjakan harga emas. Namun semuanya tidak menjadi gelembung yang kemudian pecah. Usai lonjakan, harga emas memang turun sebentar untuk menjadi lebih kuat lagi.

Itu terjadi pada kuartal I 2003 ketika emas menembus 400 dolar AS dari posisi 300 dolar AS di pertengahan 2002. Kemudian pada akhir 2005 ketika emas melonjak ke 700 dolar AS dari posisi 550 dolar AS di pertengahan tahun. Terakhir pada Maret 2008, ketika pertama kalinya emas menembus 1.000 dolar AS perounce dari posisi 800 dolar AS di awal tahun. Di akhir 2008 harga emas memang kemudian mereda ke 700 dolar AS. Namun seperti kita tahu, emas segera menemukan energinya kembali.

Mungkin saja harga emas akan kembali terbanting. Tapi harus diingat, Cina saat ini berada di urutan kelima untuk Bank Sentral penyimpan emas. Amerika Serikat sebagai pencetak dolar AS ternyata masih menyimpan 8.000 ton emas, mencapai 77 persen total cadangan devisanya.

Dengan harga sekarang, itu senilai 257 miliar dolar AS. Dengan posisi cadangan emasnya baru 1,9 persen dari total cadangan devisa 2,3 triliun dolar AS, tidak sulit bagi Cina menjadi penyimpan emas nomor satu. Hanya butuh 15 persen saja dari tumpukan uang kertas dolarnya.

reuters/bloomberg/bbc/kitco/financial sense/business line

Sumber: http://republika.co.id/koran/0/94061/Rekor_Harga_Emas_Hanya_Bubble

3 comments to Rekor Harga Emas Hanya Bubble?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting.