HONG KONG – Harga emas dibuka pada rekor tertinggi US $ 1,120.00 – US $ 1,121.00 per troy ons pada hari Kamis (12 November 2009), naik 20 point dari penutupan Rabu yaitu: US $ 1,110.00-US $ 1,111.00.
Kenaikan ini sebagai akibat pelemahan dolar AS terhadap mata uang lain, yang mendorong permintaan atas logam mulia.
James Steel, seorang analis HSBC di Sydney, mengatakan bahwa harga emas akan terus terdorong oleh arah pergerakan dolar, dengan ‘risk trade’ yang disukai oleh para investor, yang berarti investor akan meminjam pada unit-unit di AS untuk membeli aset-aset lainnya.
Emas pada hari Jumat menyentuh US $ 1.100 per ons untuk pertama kalinya setelah berita yang menyatakan bahwa Sri Lanka telah bergabung dengan India pada pembelian emas dalam skala besar, bukan lagi mata uang AS.
Gelombang ini juga didukung oleh Federal Reserve AS yang mengatakan akan terus dasar tingkat suku bunga untuk ‘jangka waktu yang panjang’ dan menjaga tiap tahapan pengucuran stimulus sejumlah triliunan dolar demi mendukung pemulihan ekonomi yang rapuh. - AFP
Sumber: www.straitstimes.com/BreakingNews




Recent Comments: